Sunday, 8 January 2017

Mengawali Tahun 2017 dengan Syi’ar Bahasa di Kampung Inggris Pare, Kediri



Tahun 2016 baru saja berlalu dan memberikan banyak memori-memori tak terlupakan bagi setiap orang. Dan sekarang kita sudah merasakan tahun baru lagi, 2017. Tahun baru berarti semangat baru, resolusi dan target hidup yang baru, dan karir yang lebih baik disbanding tahun sebelumnya. Semua orang pun pasti berharap akan mendapat banyak hal-hal baik tak terlupakan di tahun ini.
Nah, awal tahun 2017 ini bertepatan dengan libur kuliah semester ganjil, alhamdulillah. Waktu libur yang panjang bagi mahasiswa tentunya sangat ditunggu-tunggu, setelah pusing dan penat dengan tugas kuliah maupun ujian akhir semester, begitupun saya. Semester ini merupakan semester yang benar-benar mengubah saya untuk bisa belajar lebih keras, karena semakin banyak tuntutan yang harus saya penuhi untuk memahami beberapa materi yang diajarkan di kelas. Akhirnya, hari libur datang juga. satu setengah bulan merupakan waktu yang cukup lama bagi saya untuk menghabiskan waktu untuk berlibur. Namun seperti biasa, saya bukanlah orang yang suka bersenang-senang terlalu lama, lebih tertarik untuk menyibukkan diri di tengah liburan, seperti biasanya.
Liburan kali ini saya mempersiapkan diri untuk melakukan hal-hal berguna selama liburan, salah satunya adalah mengajar di bimbingan belajar. Ya, hal ini adalah salah satu aktivitas yang cukup berguna yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan. Dua minggu sebelum ujian akhir semester, saya mencari informasi dari teman maupun internet tentang kesempatan menjadi tutor dalam waktu satu bulan. Saya ingin memanfaatkan waktu libur saya dengan berbagi pengetahuan kepada orang lain, karena dengan mengajar salah satunya, saya bisa lebih aktif dalam belajar. Saya percaya, ketika mengajarkan pengetahuan kepada orang lain, kita akan banyak belajar untuk menambah pengetahuan, belajar kepemimpinan, mengedukasi masyarakat, belajar berkomunikasi, berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa, dan pastinya pengetahuan yang kita miliki dan kita bagikan tersebut akan semakin awet di kepala kita. Ya, saya benar-benar merasakan bahwa saya tidak mudah lupa dengan materi-materi tertentu karena saya mengajarkannya. Selain berbagi pengetahuan, dengan mengisi liburan dengan mengajar sebagai tutor, tentu saja, saya akan mendapatkan uang dan saya memiliki target untuk menggunakan uang tersebut untuk mengikuti tes Test of English as Foreign Language (Toefl) di kampus Februari mendatang, Insyallah.
Alhamdulillah selalu dimudahkan oleh Allah. Beberapa teman-teman saya menawarkan kesempatan mengajar Bahasa Inggris di beberapa lembaga kursus di Pare. Sayangnya, beberapa diantara informasi tersebut mensyaratkan harus mengajar sebagai guru, tentunya lebih dari satu bulan, dan tentunya saya tidak bisa, karena masih harus kuliah. setelah melakukan pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk mengajar di lembaga kursus bahasa Inggris Mr. Einstein namanya, tentunya di kampung Inggris Pare, Kediri. Lembaga Mr. Einstein ini fokus pada English Speaking Competence, yang sangat sesuai dengan keahlian saya. Saya tahu informasi tersebut dari senior saya yang sama-sama musyrif, mas Kholilur Rohman. Nah, sekarang saatnya berbagi tentang kampung Inggris Pare.
Ini merupakan pengalaman pertama berada di kampung Inggris Pare. Walau saya cukup aktif menggunakan bahasa Inggris sejak SMP dulu, saya tidak pernah merasakan kursus bahasa Inggris, apalagi di Pare. Pertama kali datang untuk melakukan interview, interviewee nya sempat ragu, “Loh mas ini gak pernah belajar di Pare tapi kok mau ngajar disini? Sudah punya pengalaman mengajar kah?” tanya HRD nya. Dengan percaya diri saya menjawab, “Setiap hari saya mengajar mahasiswa tahun pertama mas di Pondok kampus, satu minggu mengajar bahasa Inggris, minggu selanjutnya mengajar bahasa Arab, dan seterusnya”. Akhirnya alhamdulillah bisa mendapat kesempatan untuk berada disini, satu bulan pastinya.
Kesan pertama di pare, Super Panas. Karena terbiasa hidup di Malang yang cukup sejuk, Pare bagi saya tempat yang panasnya luar biasa. Kesan lainnya sangat tertarik dengan adanya puluhan atau bahkan ratusan lembaga kursus maupun camp yang tersebar di Pare ini, terutama di Desa Tulungrejo, empu nya kampung Inggris. Tak luput pula siswanya, berbagai pebelajar dari mulai SD sampai Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ramai memenuhi daerah ini. Bukan hanya warga Indonesia, wajah-wajah warga Thailand, Malaysia, Timor Leste, dan beberapa negara lain juga ada disini. Truly impressive! Apalagi saat ini adalah musim liburan, jadi sangat tidak diragukan lagi akan ada banyak lagi yang datang ke daerah ini.
Beberapa diantara lembaga di Pare ini selain menyediakan bimbingan belajar intensif bahasa Inggris, mereka juga menyediakan camp untuk seluruh member, sebutan bagi mereka yang belajar disini. Camp merupakan tempat tinggal bagi seluruh member dari berbagai lembaga kursus. Bedanya apa dengan kos? Di camp, lingkungan praktik kebahasaan, atau bi’ah lughowiyyah menjadi ciri khasnya. Jadi, siapapun yang tinggal di camp harus praktik berbicara bahasa Inggris dalam setiap aktivitasnya, apabila tidak mereka akan mendapat hukuman. Dalam bahasa lain, English Area nya benar benar efektif dan mereka pun diajarkan untuk disiplin. di camp pun juga memiliki kegiatan, seperti jalan-jalan, observasi, sholat jamaah, makan bersama, klub diskusi, dan aktivitas lain yang sangat membantu member dalam belajar. Pastinya di camp juga ada beberapa tutor maupun pembimbing untuk mencipatakan suasana berbahasa Inggris. Hasilnya, bagi mereka yang berada di camp, mereka bisa praktik berbahasa dengan lebih banyak daripada mereka yang tinggal di kos. menurut saya, dengan camp ini benar-benar membantu untuk meningkatkan kemampuan para member. Tumbs up! (bukan promosi, hanya impresi)
Di daerah orang-orang yang haus pengetahuan bahasa Inggris tersebut saya mulai pelan-pelan beradaptasi dengan proses belajar mengajar di Pare. Saya pun sangat termotivasi untuk menciptakan kreativitas dalam mengajar, karena para member yang saya ajar pun sangat antusias. Meskipun saya bukanlah mahasiswa ilmu kependidikan, namun mengajar menjadi aktivitas yang sangat menarik, dan menjadi guru itu susah tapi membanggakan. Ya, karena saya sudah merasakan. Mulai dari Speaking, Vocabulary, Grammar, Pronunciation, Daily Expression, dan banyak lagi materi saya tularkan kepada mujahiddin lil lughoh injiliziyyah tersebut. Mulai dari pagi sampai malam setiap hari Senin sampai Jumat bertemu dengan puluhan member yang kebanyakan adalah lulusan S1 menjadi tantangan tersendiri bagi saya karena saya junior mereka dan harus tetap profesional dalam mengajar. Sebenarnya saya adalah tutor yang paling muda di Mr. Einstein, tapi inilah kesempatan saya untuk membuktikan bahwa saya bisa. I enjoy it!
                  Pegalaman ini sangat berharga, membanggakan, menyenangkan, penuh tantangan, dan menuntut saya untuk lebih kreatif menyampaikan materi agar tidak membosankan. Benar-benar rezeki dari Allah saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi liburan dengan aktivitas seperti ini. Sebenarnya tahun lalu pun saya juga mengajar di Pondok Pesantren Umar Bin Khatab Bekasi sebagai delegasi lembaga Excellent Pare yang dikirim kesana pada liburan semester ganjil tahun lalu. Saya akan berada disini sampai akhir Januari karena saya masih harus kuliah. Pengalaman yang luar biasa di liburan ini, terimakasih Mas Rohman, terimakasih Mr. Einstein, terimakasih Pare. In brief, I am so thankful for this great opportunity to teach English. Have a wonderful holiday everyone!


Load comments