Tahun 2016 baru saja berlalu dan memberikan banyak memori-memori tak
terlupakan bagi setiap orang. Dan sekarang kita sudah merasakan tahun baru
lagi, 2017. Tahun baru berarti semangat baru, resolusi dan target hidup yang
baru, dan karir yang lebih baik disbanding tahun sebelumnya. Semua orang pun pasti berharap akan mendapat banyak hal-hal
baik tak terlupakan di tahun ini.
Nah, awal tahun 2017 ini bertepatan dengan libur kuliah semester ganjil,
alhamdulillah. Waktu libur yang panjang bagi mahasiswa tentunya sangat
ditunggu-tunggu, setelah pusing dan penat dengan tugas kuliah maupun ujian
akhir semester, begitupun saya. Semester ini merupakan semester yang
benar-benar mengubah saya untuk bisa belajar lebih keras, karena semakin banyak
tuntutan yang harus saya penuhi untuk memahami beberapa materi yang diajarkan
di kelas. Akhirnya, hari libur datang juga. satu setengah bulan merupakan waktu
yang cukup lama bagi saya untuk menghabiskan waktu untuk berlibur. Namun seperti
biasa, saya bukanlah orang yang suka bersenang-senang terlalu lama, lebih
tertarik untuk menyibukkan diri di tengah liburan, seperti biasanya.
Liburan kali ini saya
mempersiapkan diri untuk melakukan hal-hal berguna selama liburan, salah
satunya adalah mengajar di bimbingan belajar. Ya, hal ini adalah salah satu
aktivitas yang cukup berguna yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan. Dua
minggu sebelum ujian akhir semester, saya mencari informasi dari teman maupun
internet tentang kesempatan menjadi tutor dalam waktu satu bulan. Saya ingin
memanfaatkan waktu libur saya dengan berbagi pengetahuan kepada orang lain,
karena dengan mengajar salah satunya, saya bisa lebih aktif dalam belajar. Saya
percaya, ketika mengajarkan pengetahuan kepada orang lain, kita akan banyak
belajar untuk menambah pengetahuan, belajar kepemimpinan, mengedukasi
masyarakat, belajar berkomunikasi, berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa, dan
pastinya pengetahuan yang kita miliki dan kita bagikan tersebut akan semakin
awet di kepala kita. Ya, saya benar-benar merasakan bahwa saya tidak mudah lupa
dengan materi-materi tertentu karena saya mengajarkannya. Selain berbagi
pengetahuan, dengan mengisi liburan dengan mengajar sebagai tutor, tentu saja,
saya akan mendapatkan uang dan saya memiliki target untuk menggunakan uang
tersebut untuk mengikuti tes Test of English as Foreign Language (Toefl)
di kampus Februari mendatang, Insyallah.
Alhamdulillah selalu dimudahkan
oleh Allah. Beberapa teman-teman saya menawarkan kesempatan mengajar Bahasa
Inggris di beberapa lembaga kursus di Pare. Sayangnya, beberapa diantara informasi
tersebut mensyaratkan harus mengajar sebagai guru, tentunya lebih dari satu
bulan, dan tentunya saya tidak bisa, karena masih harus kuliah. setelah
melakukan pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk mengajar di lembaga
kursus bahasa Inggris Mr. Einstein namanya, tentunya di kampung Inggris Pare,
Kediri. Lembaga Mr. Einstein ini fokus pada English Speaking Competence,
yang sangat sesuai dengan keahlian saya. Saya tahu informasi tersebut dari
senior saya yang sama-sama musyrif, mas Kholilur Rohman. Nah, sekarang saatnya
berbagi tentang kampung Inggris Pare.
Ini merupakan pengalaman pertama
berada di kampung Inggris Pare. Walau saya cukup aktif menggunakan bahasa
Inggris sejak SMP dulu, saya tidak pernah merasakan kursus bahasa Inggris,
apalagi di Pare. Pertama kali datang untuk melakukan interview, interviewee
nya sempat ragu, “Loh mas ini gak pernah belajar di Pare tapi kok mau ngajar
disini? Sudah punya pengalaman mengajar kah?” tanya HRD nya. Dengan percaya
diri saya menjawab, “Setiap hari saya mengajar mahasiswa tahun pertama mas
di Pondok kampus, satu minggu mengajar bahasa Inggris, minggu selanjutnya
mengajar bahasa Arab, dan seterusnya”. Akhirnya alhamdulillah bisa mendapat
kesempatan untuk berada disini, satu bulan pastinya.
Kesan pertama di pare, Super
Panas. Karena terbiasa hidup di Malang yang cukup sejuk, Pare bagi saya tempat
yang panasnya luar biasa. Kesan lainnya sangat tertarik dengan adanya puluhan
atau bahkan ratusan lembaga kursus maupun camp yang tersebar di Pare ini,
terutama di Desa Tulungrejo, empu nya kampung Inggris. Tak luput pula siswanya,
berbagai pebelajar dari mulai SD sampai Mahasiswa yang berasal dari berbagai
daerah di Indonesia ramai memenuhi daerah ini. Bukan hanya warga Indonesia,
wajah-wajah warga Thailand, Malaysia, Timor Leste, dan beberapa negara lain
juga ada disini. Truly impressive! Apalagi saat ini adalah musim
liburan, jadi sangat tidak diragukan lagi akan ada banyak lagi yang datang ke
daerah ini.
Beberapa diantara lembaga di Pare
ini selain menyediakan bimbingan belajar intensif bahasa Inggris, mereka juga
menyediakan camp untuk seluruh member, sebutan bagi mereka yang
belajar disini. Camp merupakan tempat tinggal bagi seluruh member dari
berbagai lembaga kursus. Bedanya apa dengan kos? Di camp, lingkungan
praktik kebahasaan, atau bi’ah lughowiyyah menjadi ciri khasnya. Jadi,
siapapun yang tinggal di camp harus praktik berbicara bahasa Inggris
dalam setiap aktivitasnya, apabila tidak mereka akan mendapat hukuman. Dalam bahasa
lain, English Area nya benar benar efektif dan mereka pun diajarkan untuk
disiplin. di camp pun juga memiliki kegiatan, seperti jalan-jalan, observasi, sholat
jamaah, makan bersama, klub diskusi, dan aktivitas lain yang sangat membantu
member dalam belajar. Pastinya di camp juga ada beberapa tutor maupun
pembimbing untuk mencipatakan suasana berbahasa Inggris. Hasilnya, bagi mereka
yang berada di camp, mereka bisa praktik berbahasa dengan lebih banyak
daripada mereka yang tinggal di kos. menurut saya, dengan camp ini benar-benar
membantu untuk meningkatkan kemampuan para member. Tumbs up! (bukan
promosi, hanya impresi)
Di daerah orang-orang yang haus
pengetahuan bahasa Inggris tersebut saya mulai pelan-pelan beradaptasi dengan
proses belajar mengajar di Pare. Saya pun sangat termotivasi untuk menciptakan
kreativitas dalam mengajar, karena para member yang saya ajar pun sangat
antusias. Meskipun saya bukanlah mahasiswa ilmu kependidikan, namun mengajar
menjadi aktivitas yang sangat menarik, dan menjadi guru itu susah tapi
membanggakan. Ya, karena saya sudah merasakan. Mulai dari Speaking,
Vocabulary, Grammar, Pronunciation, Daily Expression, dan banyak lagi
materi saya tularkan kepada mujahiddin lil lughoh injiliziyyah tersebut.
Mulai dari pagi sampai malam setiap hari Senin sampai Jumat bertemu dengan puluhan
member yang kebanyakan adalah lulusan S1 menjadi tantangan tersendiri
bagi saya karena saya junior mereka dan harus tetap profesional dalam mengajar.
Sebenarnya saya adalah tutor yang paling muda di Mr. Einstein, tapi inilah
kesempatan saya untuk membuktikan bahwa saya bisa. I enjoy it!
Pegalaman ini sangat
berharga, membanggakan, menyenangkan, penuh tantangan, dan menuntut saya untuk
lebih kreatif menyampaikan materi agar tidak membosankan. Benar-benar rezeki
dari Allah saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi liburan dengan aktivitas
seperti ini. Sebenarnya tahun lalu pun saya juga mengajar di Pondok Pesantren
Umar Bin Khatab Bekasi sebagai delegasi lembaga Excellent Pare yang dikirim
kesana pada liburan semester ganjil tahun lalu. Saya akan berada disini sampai
akhir Januari karena saya masih harus kuliah. Pengalaman yang luar biasa di
liburan ini, terimakasih Mas Rohman, terimakasih Mr. Einstein, terimakasih Pare.
In brief, I am so thankful for this great opportunity to teach English. Have a wonderful holiday everyone!