Wednesday, 13 June 2018

Wonderful Trip to China (Part 2)

Setelah part satu dimuat dalam bahasa Inggris, bagian ini akan saya tulis dalam bahasa Indonesia.
Oh iya, sebelum melanjutkan cerita,program Indonesia-China Youth Exchange Program yang dikemas dalam lomba nulis esai "Write to China" ini 100% graaatisss ya, kami hanya perlu menyiapkan passport sendiri sebagai prasyarat sebelum submit esai.

Masih tentang trip ke Fujian, China, perjalanan yang satu ini benar-benar menakjubkan. Waktu itu, saya dan kawan-kawan perwakilan Indonesia berangkat menuju China pada awal April. Di bulan tersebut, negara tirai bambu ini lagi cantik, udaranya adem, pokoknya nyaman dah. Destinasi pertama yaitu ke kota Xiamen berangkat dari Jakarta dengan pesawat Xiamen Air. Langsung kagum setelah tahu bahwa Xiamen memiliki maskapainya sendiri padahal hanya kota bagian dari Provinsi Fujian. Pertama kali sampai di Xiamen, pemandangan luar biasa, tata kota yang rapi, bersih, dan bermacam bunga menyambut kedatangan kami. Sayangnya, kami masih sangat ngantuk karena restless. Why? Karena sebelumnya kami berangkat sore hari dari kota masing-masing, malamnya harus sudah sampai di Jakarta (dengan menikmati macet hampir dua jam) untuk briefing, dinner, plus check in hotel. Baru sempat tidur jam 11 malam, besoknya sudah harus siap menuju ke bandara jam 4.30. So tiring! Oh iya, anyway, di program ini kami dapat fasilitas tinggal di hotel bintang lima yang super comfy. 

Balik lagi ke Xiamen ya, kota satu ini cantik banget dah, rasanya betah kalau tinggal di ini. Jalanan lengang dan sepertinya jarang macet, udara bersih, trotoar luas, dan uniknya, apartemen tinggi tersebut dibangun secara berkelompok dan bangunannya sama di setiap kelompok tersebut. Jadi soal yang satu ini, kami sudah notice ketika melihat pemandangan kota sebelum landing. Menarik kan? Nah, kemudian kami menuju ke hotel di dekat pantai karena fyi, kota Xiamen ini berada di coastal area dengan pemandangan yang menakjubkan. Jadi, waktu masuk kamar hotel dan buka area balkon, kami disambut dengan pemandangan kebun dan swimmingpool hotel dan disebelahnya terbentang pemandangan lautan luas.  Sampai di hotel langsung sholat dan buka handphone, sedihnya kami harus pakai VPN untuk bisa akses sosial media yang kita pake. Jadi, ketika kita di China, kita tidak akan bisa akses Google, Whatsapp, Youtube, dst yang merupakan "western product". Sedihnya, handphone yang saya pakai agak lemot ketika terkoneksi ke VPN. Tapi pengalaman menarik lho, kita belajar sabar dan puasa dari main sosmed 

Malemnya, jam 6.30 tepat kami sudah harus berkumpul ke lobby hotel untuk melakukan welcoming ceremony dengan pemerintah Xiamen. Agak canggung awalnya, karena kami berkumpul di waktu yang mendekati sholat magrib. Niat hati mau izin ke kamar lagi untuk sholat tapi sangat tidak mungkin karena kita harus berkumpul dengan Chinese fellows yang sudah dibagi berkelompok dengan kami, yaitu bersama mahasiswa dari Sanming University. Fyi, di program ini terdapat 20 mahasiswa pemenang lomba menulis esai dari Indonesia plus 20 mahasiswa China dari Xiamen University, Sanming University, Minan Normal University, dan Jimei University (semuanya dari provinsi Fujian). Ada juga influencer dari Indonesia yang terdiri dari researchers, content creator, selebgram, bahkan ada juga member JKT48 lho. It felt so amazing. Tapi, ini pengalaman pertama merasakan kecanggungan karena tidak bisa sholat tepat waktu, apalagi di luar negeri. Sedih memang, tapi unforgettable lho! Dan mau tidak mau, sholatnya harus di jama'. Kemudian kami memperkenalkan diri satu per satu di atas panggung di hadapan semua delegasi Indonesia dan China, juga beberapa orang dari pemerintah Kota Xiamen sambil menikmati makanan kami. Dan satu lagi, untuk official dinner seperti ini, waiters akan selalu berada di sekitar meja untuk mengganti piring yang kotor, air yang habis, dll. Mereka sangatlah peka dan perhatian. Good job! 

First dinner, kami makan dengan model buffet dimana menu yang disajikan didominasi seafood, jadi Muslim friendly lah. One thing, budaya Chinese people yaitu makan menggunakan sumpit dan kami cukup ribet menyantap makanan yg rasanta enak itu dengan sumpit. Niat hati makan puas penuh kenikmatan, tapi akhirnya ya begitulah. Jujur, makanan disana berhasil mencuri first impression kami, pokoknya enak semua dan banyak pilihan. Nah, ada cerita lagi nih, saat makan besar seperti ini, orang China biasanya minum dengan jus, soda, atau air hangat. Sedangkan kita orang Indonesia biasanya minum air dingin, jadi waktu itu kami minumnya air putih hangat tapi minta diberi es sama koko koko waiters. Mungkin mereka heran, tapi yasudah lah ya, kan kami tamu, haha.
Selesai dinner, kami dipanggil tuh sama chairperson dari Indonesia dan alhamdulillah dapat uang saku sekian banyak US dollar untuk kebutuhan selama di China. Muuantabbb dah! 

Esok harinya, kami melakukan kunjungan ke Xiamen University. Kampus satu ini cukup luas dan sangat nyaman untuk belajar dengan suasananya yang menenangkan. Kampus yg disingkat XMU ini merupakan salah satu kampus favorit di Fujian, dan katanya persaingannya cukup kuat untuk masuk kampus ini. Impressive pokoknya, tapi entah kenapa belum ada keinginan S2 di kampus ini. Jadi bagi yang ingin kuliah di Fujian dengan kualitas yang cukup baik dan jadi kampus favorit, XMU salah satunya. Selesai dari XMU, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat lunch. Oh iya, selama trip disini, kami selu menggunakan bis mini yang cukup nyaman dan bisa ngobrol banyak dengan Chinese fellows. Nah, untuk koneksi internet, Alhamdulillah kami dibekali wifi portable unlimited yang super kenceng , jadi masih bisa eksis di sosmed walau harus terkoneksi VPN. Waktu lunch, kami makan sepuasnya dengan berbagai macam menu. Rasanya Masya Allah dah. Meski bergelimang makanan, kami harus tetep picky untuk urusan satu ini, karena Chinese people suka sekali makan pork, jadi sebagai Muslim harus tetep aware. Biasanya kami memilih seafood, fried rice, aneka sayur dan buah, telur, beef, dll yang pasti sangat enak. Sama seperti di Indonesia, Chinese people sepertinya suka makanan yang tasty dan sehat. Disana, setiap kali makan selalu terdapat banyak pilihan sayur dan beberapa menu yang disajikan terlihat dan terasa sehat. Mungkin kebetulan kami selalu makan di resto mewah atau di hotel, jadi lebih terjamin. Anyway, ada cerita seru nih ketika di resto ini, waktu itu beberapa dari kami yang Musli mencoba iseng minta tolong salah satu Chinese fellows untuk tanya adakah ruang kosong yang bisa dipakai untuk dhuhur, ternyata susah dan tidak ada ruang kosong untuk sholat. Oh iya, beberapa Chinese people selama trip kurang mahir bahasa Inggris jadi harus selalu minta bantuan kawan Chinese untuk mempermudah komunikasi. Setelah gagal cari tempat sholat, kami selalu kreatif dong. Akhirnya, beberapa diantara kami "nekat" wudhu di wastafel umum yang sangat bersih tapi akhirnya becek gara-gara kelakuan kami. Bahkan ada pengunjung toilet yang bilang "Are you okay?" Kan malah semakin malu. Tapi yasudah lah ya, pengalaman pertama dan pelajaran berharga banget dah itu. Usai wudhu, kami menunaikan dhuhur dan ashar sekaligus di dalam.bis karena sudah bisa diprediksi todk akan ada waktu luang maupun tempat sholat di next spot. Kami melanjutkan perjalanan menuju pulau Gulangyu.

Pulau Gulangyu ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Fujian karena keunikannya dan keindahan alamnya. Pulau agak kecil tapi semuanya ada disana; cottage, museum, mall, pasar, bioskop, taman, sport arena, food stalls, dan masih banyak lagi. Pengunjungnya sangat ramai bersama rombongan. Fyi ya, kami dapat layanan eksklusif karena baik boat tanpa antre plus kapalnya khusus robongan kami, naik train berkeliling pulau tanpa antre, masuk bioskop pertunjukan wayang China spesial untuk kami, dapat tour guide khusus, dan masih banyak lagi. Ada juga warga lokal yang minta foto sama kami, berasa ngartis seketika, hahaha. Pokoknya SERU! Pengunjung pulau ini sangat banyak dan kami benar-benar excited untuk bertanya sejarahnya, potensi wisata nya, dst. Terdapat juga kantor-kantor dinas dari berbagai negara di pulau ini. Walau sempat hujan, tapi our Chinese fellows sudah siaga membawa payung masing-masing jadi kami bisa nebeng mereka. As a result, kami makin akrab satu sama lain. Everyone was so enthusiastic and felt happy. Of course, taking some photos and videos were compulsory for each of us :D

Kami kembali ke hotel dengan sangat lelah tapi excited. Kami juga menikmati dinner kedua di hari kedua di hotel yang sama di Xiamen. Di hari berikutnya, kami juga melakukan kunjungan ke universitas lainnya yaitu di Jimei University, Minan Normal University, dan Sanming university. In brief, dalam kunjungan ini, kami mengenal advancements, students' life, departments, facilities, dll semacam campus tour yang sangat menyenangkan. Oh iya, selama trip ini, kami punya penanggungjawab dari China, namanya James, dia yg selalu memastikan jadwal ontime, semua lengkap, dan aman. He helped us a lot, big thanks to him. Satu lagi yang harus diketahui, our Chinese fellows selalu punya nama versi Inggris, jadi literally merek punya dua nama. Setelah investigasi dan wawancara mendalam, ternyata mereka menentukan nama Inggrisnya tidak asal, tapi juga tidak terlalu resmi. Jadi nama Inggris hanya digunakan untuk mempermudah kami berkomunikasi. Juga, mereka tidak bisa sembarangan mengganti nama Inggrisnya ya, cukup satu untuk selamanya.
Cerita di China belum selesai sampai disini, masih ada episode selanjutnya yang jauh lebih menarik di kota-kota lainnya. Stay tune!
Maaf fotonya terbatas, memory card di handphone sedang rusak dan file fotonya ada disana semua 

Load comments