Berbicara tentang beasiswa LPDP, pasti semua tertarik untuk mencobanya dan lolos untuk bisa melanjutkan kuliah atau penelitian dengan gratis dibiayai oleh Kemenkeu. Sebuah perjuangan untuk lolos beasiswa ini namun akan menjadi kebanggaan yang luar biasa jika bisa menaklukkan tantangan memperoleh beasiswa kece satu ini.
Seneng banget bisa berkesempatan nulis artikel ini. Nah tulisan ini insha Allah sangat cocok buat LPDP hunter. Daftar LPDP memang sedikit ribet, tapi insha Allah kalau kita melakukan yang terbaik, hasilnya akan baik pula. Sebelum mengikuti tesnya, sangat disarankan buat sobat beasiswa untuk membaca ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan pendaftaran.
Dari sekian banyak pilihan beasiswa LPDP, aku milih LPDP Afirmasi Bidikmisi, karena pilihan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang selama kuliah mendapat beasiswa dari Bidikmisi. Untuk beasiswa afirmasi Bidikmisi, beberapa syarat yang perlu disiapkan adalah SK penerima beasiswa Bidikmisi di kampus, foto rumah (dari depan, tengah, dan dapur), SKTM dari kepada desa, slip pembayaran rekening listrik selama tiga bulan terakhir (TIPS: Setiap bayar listrik, struknya jangan sampai dibuang ya, simpan baik-baik), dan slip gaji orangtua atau surat keterangan pendapatan per bulan dari kepada desa bagi yang orangtuanya berprofesi sebagai petani sehingga tidak punya slip gaji. Siapkan juga dokumen-dokumen lain seperti ijazah (bisa diganti SKL kalau belum lulus, just like what I did), transkrip nilai, esai rencana studi (TIPS: Buat seringkas namun jelas, buat draft dan minta dikoreksiin sama dosen atau senior yang pernah dapet LPDP), esai kontribusi untuk masyarakat (Buatlah semenarik mungkin, one thing to think: Attract the committee), foto resmi, dst.
Nah, salah satu tes yang harus dilewati adalah tes administrasi. Ada banyak sekali syarat yang harus diselesaikan dan di upload di dashboard pendaftaran, beberapa diantaranya adalah tes kesehatan (umum), tes bebas narkoba, plus tes bebas TBC (bagi yang ingin kuliah di luar negeri). Sebelumnya, aku juga baca dari berbagai sumber tentang info tes kesehatan, dan semuanya cukup mahal. Sedikit curhat, pada saat pendaftaran ini, aku hanya punya satu minggu sebelum deadline untuk mendaftar online LPDP, karena dosen pembimbing baru saja tanda tangan pengesahan skripsi setelah sibuk luar biasa, dan akhirnya baru bisa dapat SKL dari kampus setelah menunggu satu minggu. Sedihnya, di sisa waktu seminggu itu aku harus menyiapkan segala dokumen dengan tepat dan cepat, dan kondisi saat itu sedang bokek, belum waktunya gajian pula. Jadi harus berfikir keras untuk mengikuti tes yang katanya mahal itu dan mencari alternatif untuk bisa dapet harga lebih murah. Apalagi di keterangan dari laman LPDP, tes nya harus dilakukan oleh lembaga kesehatan pemerintah seperti rumah sakit umum daerah, puskesmas, klinik pemerintah, klinik polres, dll. Jadi tidak bisa tes ke sembarang dokter atau klinik ya teman-teman.
Langsung saja ya aku akan jelaskan dengan rinci TIPS TES KESEHATAN SUPER MURAH yang wajib dicoba:
1. Tes Kesehatan
Banyak yang masih bingung tes seperti apakah ini. Tes yang satu ini paling simpel diantara jenis tes lainnya. Kita hanya akan diperiksa tensi tekanan darah, tes buta warna, berat badan, tinggi badan, dan keterangan lain kalau miopi atau mata minus seperti aku. Nah, untuk tes ini tidak perlu repot ke rumah sakit. Why? Karena antrean di rumah sakit lebih panjang, biayanya lebih mahal, padahal tesnya sama saja kok. TIPS penting yaitu datanglah ke Puskesmas saja. Cukup membayar 10 ribu rupiah saja kita sudah mendapat surat keterangan sehat. Lebih bagus lagi kalau kita bisa menemukan Puskesmas yang agak sepi atau terpencil, insha Allah antrean jauh lebih sedikit. Waktu itu aku tes di Puskesmas Dinoyo Malang dan antre dari jam 8 pagi, dan selesai 1 jam setelahnya. Penting untuk diketahui, pastikan surat keterangan sehat tersebut tercantum nama, tanda tangan, dan NIP dokter resmi.
Mungkin di beberapa Puskesmas lain harganya beda, tapi tenang mungkin hanya nambah 5-10 ribu saja kok. Sudah dua Puskesmas yang kutanyai dan mereka akan memberikan rinciannya dengan pelayanan baik pastinya.
Info dari berbagai sumber, tes kesehatan di rumah sakit memang lebih mahal. Di RSSA Malang, tes ini bisa membutuhkan 80-100ribu untuk tes yang sama. Sedihnya, salah satu teman sesama pemakai kaca mata pernah disarankan untuk tes khusus mata minus dengan biaya ratusan ribu.
Jadi lebih murah, mudah, dan cepat tesnya di Puskesmas saja (Not to endorse, but this is the fact, hehe). Masa berlaku surat kesehatan ini seiingatku hanya sebulan sampai dua bulan saja, but it’s okay, right?
2. Tes Bebas Narkoba
Tes ini memang penting untuk memastikan bahwa penerima beasiswa LPDP ini sehat wal afiyat dan menjadi generasi cerdas tanpa narkoba. Tes ini bisa dilakukan di beberapa tempat seperti di BNN, klinik polres, rumah sakit umum, klinik tertentu, dan juga Puskesmas yang sudah well-established dengan kemajuan teknologi kesehatan. Tes ini memang lebih mahal dibanding tes keterangan sehat biasa. Di beberapa BNN, siapapun yang mau tes cukup membeli gelas/botol untuk menyimpan urin kita, dan harganya antara 50-100 rupiah. Ada juga BNN yang menyediakan botolnya jadi tidak perlu kesana kemari beli botol di apotek. Untuk tes di rumah sakit, semuanya sudah disediakan, kita hanya perlu membayar sekian ratus ribu rupiah dan hasilnya siap diterima.
Pengalaman untuk tes ini, aku memilih klinik Polres Malang dengan alasan pelayanan sangat baik tanpa antre dan prosesnya super cepat. Kita cukup datang, membawa foto 3-4 lembar, petugas akan menayakan hal hal sederhana seperti tujuan tes, dst. Nah, di klinik Polres Malang, aku langsung disambut petugas, langsung diberi gelas plastik untuk menyimpan urin, kemudian petugas meletakkan alat deteksi. Oh iya, kita akan ditanya jenis tes yang kita ambil (waktu itu pilihannya ada 2, 3 zat dengan biaya 100 ribu, 6 tes dengan biaya 150 ribu) dan aku ambil 3 jenis pemeriksaan saja, lebih hemat. Hanya menunggu 5-10 menit, hasil tes sudah muncul dan langsung di print. Sangat-sangat puas dengan pelayanannya plus hasilnya cepat. Sangat worthy dengan harga 100 ribu dengan alat deteksi yang super cepat itu. Jadi buat teman-teman sebaiknya survey dulu tanya ke teman atau baca di blog tentang informasi tes bebas narkoba di daerahmu. Surat keterangan bebas narkoba ini berlaku selama tiga bulan saja teman-teman, tapi sangat bermanfaat kok.
3. Tes Bebas TBC
Tes satu ini yang paling membuat deg-degan karena terkesan ribet, lama, dan mahal. Kalau masih berfikir tes bebas TBC mahal, SALAH BANGET! Banyak sekali pendaftar yang tes ini ke rumah sakit dan berbagai tempat lainnya dan mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk tes ini.
Fyi, aku cuma mengeluarkan biaya 15 ribu rupiah saja untuk tes ini. Caranya? Pahami dulu tes TBC itu apa beserta fungsinya dan cara tesnya. Awalnya aku hampir terkecoh juga dengan biaya tinggi untuk tes satu ini. Bahkan sempat berangkat ke RSU Kota Batu dan setelah aku telfon ke kasir, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 180 ribu rupiah. Why? Karena harus pendaftaran pasien dulu apabila kita pasie baru dengan biaya 70 ribu, biaya rontgen nya 90 ribu, terakhir tes lab dahak dengan biaya 20 ribu. Sekedar cerita, waktu itu aku sudah berangkat ke rumah sakit itu di siang bolong dan sudah menyiapkan jumlah uang tersebut, tapi dalam hati gak rela kehilangan uang sebesar itu, besoknya menderita karena butuh biaya untuk transportasi buat interview kerja, kan lagi bokek jadi harus hemat, hehe.
Setelah ambil nomor antrean di rumah sakit, aku nelpon kakak ku yang kebetulan seorang bidan di rumah sakit di Lamongan. Nah, setelah cerita kakak ku langsung kaget dengan biayanya dan menyarankan aku untuk pindah ke puskesmas saja. Nah, sebelumnya ketika di Puskesmas Dinoyo sempat juga bertanya apakah bisa tes bebas TBC di situ, tapi petugasnya bilang “Nggak bisa mas, ke rumah sakit umum saja,” katanya. Tapi jangan langsung diturutin ya, hehe
Setelah mendapat pencerahan dari kakak, aku langsung kabur dari antrean rumah sakit dan mencari Puskesmas yang agak sepi. Akhirnya aku menuju ke Puskesmas Junrejo Batu, sangat dekat dengan Ma’had Kedokteran tempat tinggalku. Disana, aku sampaikan ke petugas “Bu, saya mau tes dahak, bisa??” dan langsung dijawab sangat bisa karena Puskesmas punya labolatorium. Jadi gantilah diksinya biar lebih besar peluangnya. Misal bertanya tes bebas TBC di Puskesmas gagal, cobalah dengan diksi tes dahak. Why? Ternyata tes bebas TBC yang dibutuhkan hanyalah dahak kita saja, jadi dahak kita akan diuji di lab, that’s all, tanpa rontgen, tanpa biaya pendaftaran pasien, dll. Rontgen hanya dilakukan ketika kita positif kena TBC dan butuh penanganan lanjutan. Jadi jika kita merasa baik-baik saja, cukup tes dahak, toh pihak LPDP tidak meminta hasil tes rontgen juga kan, malah nanti mubazir.
Nah, waktu itu aku diberi 2 botol untuk menyimpan dahak dan dahaknya harus dikeluarkan ketika bangun tidur sekali, sejam kemudian dikeluarkan lagi. Butuh perjuangan ekstra untuk mengeluarkan dahak, jadi bersiaplah.
Setelah selesai, keesokan harinya kembali lagi ke Puskesmas dengan membawa dua botol dahak. Untuk step ini aku cuma mengeluarkan biaya 10 ribu saja. Dua hari kemudian, aku datang lagi ke Puskesmas untuk ambil hasil lab. Fyi, hasil labnya bukan bentuk surat keterangan bebas TBC lho ya, jadi jangan bingung. Setelah dapat hasil lab, kita boleh minta surat lagi dari dokter Puskesmas yang menerangkan bahwa kita bebas TBC dari hasil lab yang udah ada di tangan. Untuk step ini biayanya 5 ribu rupiah saja kok. Selesai! Dengan hanya 15 ribu rupiah proses tes TBC selesai. TIPS nya yaitu scan lah surat dokter maupun hasil lab sekalian, jadi diupload bersama di kolom surat bebas TBC ketika mendaftar. Simpel kan?
Dan Alhamdulillah, bisa lolos seleksi administrasi LPDP dan lanjut ke tes berikutnya. So, jangan ragu untuk mencoba, selalu ada kelapangan dalam kesempitan kok. Selama kita berusaha serius, insha Allah lancar semuanya. Dengan modal minim, tes kesehatan sudah berhasil dilewati dan sudah memenuhi syarat yang diminta LPDP, dan ini juga berlaku untuk seleksi CPNS dan seterusnya. Itu saja info yang bisa aku bagiin kali ini, semoga bermanfaat. Silakan komen bagi yang mau tanya atau menyampaikan info penting. Terus semangat untuk mengejar beasiswa. Good Luck!
