Ketika mendengar
kata social media atau versi bahasa Indonesia disebut dengan media sosial,
pasti dua kata ini terdengar sangat tidak asing bukan? Tentu saja, karena inovasi
futuristik satu ini sedang ‘digilai’ oleh banyak orang di berbagai penjuru
dunia. Media sosial hadir sebagai cara berkomunikasi dengan lebih mudah, cepat,
dan menyenangkan. Tentu saja, kehadiran media digital ini telah menghubungkan
banyak orang dari berbagai belahan dunia dengan lebih mudah.
Jika pada zaman
dahulu, saat kita ingin menghubungi saudara atau kerabat yang berada di luar
negeri, kita harus memiliki banyak pulsa seluler dan tarif telepon maupun SMS
yang sangat mahal. Namun semenjak media sosial hadir, semuanya serba mudah dan
kita bisa berkomunikasi kapan saja, di mana saja, serta dengan siapa saja.
Plus, biaya yang dibutuhkan juga jauh lebih murah karena hanya menggunakan data
internet.
Di Indonesia, keberadaan
media sosial saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi banyak orang. Bukan tanpa
alasan, beragam fitur, pengalaman, pertemanan, serta keuntungan lainnya yang
didapatkan telah berhasil membius semakin banyak orang untuk bersosial secara
daring (online). Seperti yang dilaporkan oleh lembaga penelitian bidang internet
bernama We Are Social, mengungkapkan bahwa dari total 268,2 penduduk Indonesia,
150 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Artinya, sebanyak 56%
masyarakat Indonesia sudah ‘melek’ media sosial dan angka ini bisa dipastikan akan
terus bertambah setiap tahunnya. Sebuah angka yang terbilang fantastis bukan?
Dengan angka yang
terbilang cukup tinggi tersebut, sayang sekali ada sisi lain yang tak sebanding
dengan animo masyarakat Indonesia. Saat ini, media sosial yang paling banyak
digunakan di Indonesia—yang merupakan buatan luar negeri—di antaranya Whatsapp,
Facebook, Instagram, dan seterusnya. Memang, tidak ada yang salah kok saat
kita menggunakan aplikasi media sosial buah karya dari negara lain selama mampu
kontrol penggunaan dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik. Bisa
kita bayangkan, betapa banyak keuntungan yang didapat dari perusahaan pencipta
aplikasi-aplikasi tersebut ketika banyak penggunanya.
Apa Kabar Indonesia?
Data di atas
telah menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah banyak yang menggunakan
bahkan ‘kecanduan’ media sosial. Kesempatan ini selayaknya dimanfaatkan oleh anak
bangsa yang kreatif untuk menciptakan aplikasi serupa asli Indonesia. Sudah banyak
aplikasi sosial secara online yang tercipta oleh tangan kreatif pemuda bangsa,
namun belum ada satu pun yang mampu popularitas Whatsapp dan
kawan-kawannya.
Kini, telah hadir
beragam aplikasi karya anak bangsa yang perlu kita apresiasi dengan
menggunakannya. Salah satu inovasi yang baru saja hadir untuk menjawab
kebutuhan masyarakat Indonesia dalam bentuk aplikasi media sosial yaitu MYBEB. Ini
review jujur setelah saya menggunakan aplikasi MyBeb ini.
MyBeb menjadi
aplikasi terbaru yang memberikan kemudahan dalam bersosial media. Fitur yang
dihadirkan yaitu dengan mengawinkan fitur Facebook, Instagram, dan Whatsapp. Dengan
aplikasi ini, kita bisa melalukan kirim pesan (chat) pribadi maupun grup, update
status maupun upload foto, like, comment, follow, share, serta
disempurnakan dengan fitur baca berita. Yang paling menarik, aplikasi ini
dilengkapi dengan fitur pembayaran (payment) sehingga kita bisa melakukan
beragam transaksi seperti beli pulsa, paket data, bayar tagihan listrik,
tagihan PDAM, asuransi, top up saldo Gojek maupun Grab, hingga transfer
dana. Tenang saja, aplikasi ini telah mendapatkan izin dari OJK maupun Bank Indonesia
untuk keamanan transaksi. Jadi, kita bisa tetap aktif di media sosial, bisa bayar
apa saja, bisa baca berbagai berita terkini, bahkan traktir teman hanya dalam
satu aplikasi saja, MyBeb.
Satu hal yang membuat
aplikasi ini unggul, yaitu dengan adanya fitur poin Cinta. Poin Cinta ini bisa
didapatkan dari beragam aktivitas. Setiap update status, like, comment,
share, dst kita akan mendapat poin Cinta. Jadi, semakin aktif maka semakin
banyak pula Cinta yang terkumpul. Nah, Cinta yang terkumpul dapat ditukar
dengan saldo MyBeb mulai dari 5.000 hingga ratusan ribu, atau bisa juga ditukar
voucher e-money, voucher wisata, voucher makan, bahkan voucher belanja.
Dengan kata lain, semua itu bisa kita dapatkan hanya dengan bermain sosial
media saja. Mudah bukan?
Saya sangat
tertarik dengan ide inovatif karya anak bangsa ini. Benar-benar menguntungkan
penggunanya. Inilah salah satu aplikasi asli Indonesia yang seharusnya banyak
digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mudah, lengkap, dan sangat menguntungkan.
Saya berharap
semoga aplikasi ini akan terus berkembang memberikan layanan sosial media
terbaik untuk Indonesia, syukur jika bisa mendunia pula. Semoga semakin banyak
pula masyarakat Indonesia yang tertarik dan beralih menggunakan MyBeb ini.
Tulisan ini saya
buat sebagai testimoni jujur alias honest review untuk salah satu karya
anak bangsa yang sangat patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya ini.