Tuesday, 25 June 2019

Triumph! Perjalanan Memenangkan Debat Bahasa Inggris MTQMN 2017 (Part 2)



#THROWBACK #KilasBalik

Menjelang hari pembukaan MTQ, kami semakin gencar berlatih dan mengumpulkan materi bahkan lembur di rumah Ustaz Yahya hingga pukul 00.30 WIB. Bahkan besoknya, setelah subuh kami harus bertemu kembali untuk latihan. Dan Alhamdulillah semuanya teratasi dan kami sangat siap untuk berlomba.

Di hari pertandingan, tepatnya di preliminary 1, kami harus melawan tiga kampus yaitu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan dua kampus swasta dari Gresik, satu lagi saya lupa hehe. Saya menjadi first speaker opening government. Kami sangat puas, meskipun Fajrin sempat demam panggung dan beberapa detik sempat tidak mengucapkan sepatah kata pun. Di preliminary ke-2 kami mendapat perlawanan yang cukup berat karena harus melawan Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan UIN Makassar. Ketiga kampus ini sangat well-talented and well-prepared, sehingga kami pun agak sedikit nge-gas untuk memenangkan chamber ini. Sedangakan di Preliminary ke-3 kami lupa melawan siapa hehe, tapi kami puas dengan penampilan kami.


Setelah menyelesaikan ketiga preliminary, malam harinya kami mendapat pengumuman 16 besar dan kami berada di peringkat 7 dengan margin 3. Cukup menyenangkan bukan? Saat itu juga kami mendapat kiriman mosi untuk pertandingan 16 besar pukul 9 malam. Kami cukup deg-degan karena banyak mosi yang belum kami pahami dan menggunakan dalil yang sesuai. Lalu kami menghubungi Ustaz Yahya dan baru mendapat balasan sekitar pukul 13.20 WIB, dan beliau meminta kami datang ke rumah pada pukul 2 dini hari. Karena saya sudah terlanjur tidur, saya tidak tahu balasan pesan dari ustaz Yahya, dan pukul tiga dini hari, Fajrin berkali-kali menghubungi saya, namun tak berhasil. Saya bangun pukul setengah 4 dan langsung bergegas ke rumah ustaz Yahya bersama Fajrin.

Kami bersama ustaz Yahya langsung membahas mosi yang sulit tersebut hingga pukul 6, dan kami kembali untuk mandi. Tepat pukul 7 kami menemui ustaz Yahya kembali dengan kondisi sudah siap tempur karena lomba dimulai pukul 8 pagi. Ternyata, panitia menghubungi saya untuk datang pukul 7.30, di saat kami masih sibuk mengetik kumpulan dalil.

Akhirnya kami terburu-buru dan hampir telat datang ke venue yang sudah dipenuhi banyak peserta. Setelah registrasi, kami diberi mosi dan senang sekali kami mendapat tema pendidikan, topik yang bagi kami cukup mudah dan banyak dalil yang bisa dipakai. Berargumen sebagai opening oppostion, kami menyampaikan argumen dan dalil-dalil terkait dengan lancar. Siang itu juga, tepatnya ssetelah sholat zuhur, seluruh 16 peserta diminta hadir kembali di venue debat untuk pengumuman 8 besar (semifialis).

Betapa senangnya ketika kampus kami disebut sebagai semifinalis dengan nilai tertinggi saat berdebat di babak 16 besar. Setelah pengumuman, kami langsung berkumpul lagi untuk undian mosi semifinal. Kami melawan Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, satu lagi lupa, hehe.  Mosi yang digunakan seingat saya tentang politik, secara spesifiknya saya sudah lupa juga.

Setelah debat yang cukup sengit karena bertanding dengan lawan yang cukup berat, esok harinya kami 8 semifinalis berkumpul di venue utama di Fakultas Pendidikan UM. Kami berusaha yakin akan lolos ke babak final. Dengan deg-degan menunggu pengumuman, nama kami disebut sebagai finalis pertama dengan nilai tertinggi, alhamdulillah. Kami benar-benar bersyukur karena akhirnya perjuangan terbayar hingga babak terakhir. Tanpa banyak waktu, kami langsung menyimak mosi yang akan diperdebatkan. Kami mendapat mosi tentang polling pemilu sangat tidak dibutuhkan dan membawa banyak kerugian. Tim saya berada di opening opposition melawan Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Padjajaran; benar-benar lawan yang sangat kuat.


Perbedaan antara final dan pertandingan sebelumnya yaitu durasi. Di babak final, kami mendapatkan waktu 7 menit 20 detik seperti debat pada umunya. Di final ini, saya merasa lebih tenang, speech nya pun tidak terlalu tergopoh-gopoh dan lebih menikmati karena mungkin sudah lega akan menjadi salah satu pemenangnya.

Di malam final, diumumkan dari yang terbaik 4 (runner-up 3). Dimulai dari Universitas Syah Kuala, kemudian Universitas Andalas, dan juara kedua adalah Universitas Padjajaran. Dan detak jantung semakin meningkat ketika kami nama kampus kami disebut sebagai juara 1. Setelah itu, panitia mengumumkan best speaker atau pembicara terbaik. Kanan kiri semuanya mengatakan bahwa yang akan menjadi pembicara terbaik adalah delegasi UI karena sudah sering menang penghargaan ini.



Namun siapa sangka, nama Fajrin yang pertama disebut sebagai Best Speaker Putri. Sungguh tidak saya sangka, Fajrin yang pertama kali debat di panggung nasional langsung menang. You know what, keunggulan Fajrin adalah dalam hal Quran, ia cukup cepat mencari ayat-ayat terkait dan cara penyampaian argumen juga sangat audible dan pelafalan bahasa arab yang sangat fasih.

In brief, we finally did it. Dari cerita yang panjang ini, sudah bisa terlihat betapa kerja keras kami akhirnya terbayar lunas yang membuat kami dan support system kami puas. Pokoknya kami sangat bersyukur!



TIPS:
  1. Untuk persiapan lomba debat Inggris MTQMN ini, perkaya referensi dari Quran, hadis, ushul fiqh, dan sebagainya. Jangan pernah menggunakan terjemahannya karena tidak akan make sense. Why? Karena dewan juri terdiri dari berbagai latar belakang, beberapa ahli bahasa Inggris dan debat, beberapa ahli Quran dan hadis, dan beberapa ahli public speaking.
  2. Jangan pernah remehkan case plan. Buatlah case plan sedetail mungkin, karena dari case plan terssebut sangat bermanfaat hingga final, bahkan ketika kita tidak tahu dalil apa yang cocok, kita bisa contextualize koleksi dalil dari mosi prelim. So, siapkan case plan prelim sesempurna mungkin.
  3. Siapkan dan hafalkan surat al Quran atau dalil lain yang powerful yang bisa dipakai di berbagai konteks. Ini sangat penting ketika kita mendapat impromptu motions.
  4. Perhatikan manner, jangan overreacted, selalu bersikap sopan. Jangan lupa untuk memberi kesempatan POI dari tim lawan, itu sangat penting.
  5. Saat membaca ayat Quran, pastikan benar dan jelas, jangan sampai salah membaca.
  6. Bacalah salam atau pembuka yang baik untuk menyapa audience.
  7. Berdoa, tirakat akan sangat berguna.
  8. Minta dukungan dari orang-orang sekitar. Energi positif akan membuat kita semakin optimis.
  9. Good luck!


Itulah tadi Perjalanan Memenangkan Debat Bahasa Inggris MTQMN ke 15 tahun 2017. Semoga tulisan yang jauh dari kata sempurna ini dapat membawa manfaat.
Jangan lupa klik Follow dan subsribe blog ini ya! Sampai jumpa di blog selanjutnya. Thank you!


Load comments