#THROWBACK #KilasBalik
Menjelang hari pembukaan MTQ, kami semakin gencar berlatih dan mengumpulkan materi bahkan lembur di rumah Ustaz Yahya hingga pukul 00.30 WIB. Bahkan besoknya, setelah subuh kami harus bertemu kembali untuk latihan. Dan Alhamdulillah semuanya teratasi dan kami sangat siap untuk berlomba.
Menjelang hari pembukaan MTQ, kami semakin gencar berlatih dan mengumpulkan materi bahkan lembur di rumah Ustaz Yahya hingga pukul 00.30 WIB. Bahkan besoknya, setelah subuh kami harus bertemu kembali untuk latihan. Dan Alhamdulillah semuanya teratasi dan kami sangat siap untuk berlomba.
Di hari
pertandingan, tepatnya di preliminary 1, kami harus melawan tiga kampus yaitu,
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan dua kampus swasta dari Gresik, satu
lagi saya lupa hehe. Saya menjadi first speaker opening government. Kami
sangat puas, meskipun Fajrin sempat demam panggung dan beberapa detik sempat
tidak mengucapkan sepatah kata pun. Di preliminary ke-2 kami mendapat
perlawanan yang cukup berat karena harus melawan Universitas Muhammadiyah
Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan UIN Makassar. Ketiga kampus ini
sangat well-talented and well-prepared, sehingga kami pun agak
sedikit nge-gas untuk memenangkan chamber ini. Sedangakan di Preliminary
ke-3 kami lupa melawan siapa hehe, tapi kami puas dengan penampilan kami.
Setelah menyelesaikan
ketiga preliminary, malam harinya kami mendapat pengumuman 16 besar dan
kami berada di peringkat 7 dengan margin 3. Cukup menyenangkan bukan? Saat itu
juga kami mendapat kiriman mosi untuk pertandingan 16 besar pukul 9 malam. Kami
cukup deg-degan karena banyak mosi yang belum kami pahami dan menggunakan dalil
yang sesuai. Lalu kami menghubungi Ustaz Yahya dan baru mendapat balasan
sekitar pukul 13.20 WIB, dan beliau meminta kami datang ke rumah pada pukul 2
dini hari. Karena saya sudah terlanjur tidur, saya tidak tahu balasan pesan
dari ustaz Yahya, dan pukul tiga dini hari, Fajrin berkali-kali menghubungi
saya, namun tak berhasil. Saya bangun pukul setengah 4 dan langsung bergegas ke
rumah ustaz Yahya bersama Fajrin.
Kami bersama
ustaz Yahya langsung membahas mosi yang sulit tersebut hingga pukul 6, dan kami
kembali untuk mandi. Tepat pukul 7 kami menemui ustaz Yahya kembali dengan
kondisi sudah siap tempur karena lomba dimulai pukul 8 pagi. Ternyata, panitia
menghubungi saya untuk datang pukul 7.30, di saat kami masih sibuk mengetik
kumpulan dalil.
Akhirnya kami terburu-buru
dan hampir telat datang ke venue yang sudah dipenuhi banyak peserta. Setelah
registrasi, kami diberi mosi dan senang sekali kami mendapat tema pendidikan,
topik yang bagi kami cukup mudah dan banyak dalil yang bisa dipakai. Berargumen
sebagai opening oppostion, kami menyampaikan argumen dan dalil-dalil
terkait dengan lancar. Siang itu juga, tepatnya ssetelah sholat zuhur, seluruh
16 peserta diminta hadir kembali di venue debat untuk pengumuman 8 besar
(semifialis).
Betapa senangnya
ketika kampus kami disebut sebagai semifinalis dengan nilai tertinggi saat
berdebat di babak 16 besar. Setelah pengumuman, kami langsung berkumpul lagi
untuk undian mosi semifinal. Kami melawan Universitas Brawijaya, Universitas Andalas,
satu lagi lupa, hehe. Mosi yang
digunakan seingat saya tentang politik, secara spesifiknya saya sudah lupa
juga.
Setelah debat
yang cukup sengit karena bertanding dengan lawan yang cukup berat, esok harinya
kami 8 semifinalis berkumpul di venue utama di Fakultas Pendidikan UM. Kami
berusaha yakin akan lolos ke babak final. Dengan deg-degan menunggu pengumuman,
nama kami disebut sebagai finalis pertama dengan nilai tertinggi, alhamdulillah.
Kami benar-benar bersyukur karena akhirnya perjuangan terbayar hingga babak
terakhir. Tanpa banyak waktu, kami langsung menyimak mosi yang akan
diperdebatkan. Kami mendapat mosi tentang polling pemilu sangat tidak
dibutuhkan dan membawa banyak kerugian. Tim saya berada di opening
opposition melawan Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, dan
Universitas Padjajaran; benar-benar lawan yang sangat kuat.
Perbedaan antara final dan
pertandingan sebelumnya yaitu durasi. Di babak final, kami mendapatkan waktu 7
menit 20 detik seperti debat pada umunya. Di final ini, saya merasa lebih
tenang, speech nya pun tidak terlalu tergopoh-gopoh dan lebih menikmati
karena mungkin sudah lega akan menjadi salah satu pemenangnya.
Di malam final, diumumkan
dari yang terbaik 4 (runner-up 3). Dimulai dari Universitas Syah Kuala,
kemudian Universitas Andalas, dan juara kedua adalah Universitas Padjajaran.
Dan detak jantung semakin meningkat ketika kami nama kampus kami disebut
sebagai juara 1. Setelah itu, panitia mengumumkan best speaker atau
pembicara terbaik. Kanan kiri semuanya mengatakan bahwa yang akan menjadi
pembicara terbaik adalah delegasi UI karena sudah sering menang penghargaan
ini.
Namun siapa
sangka, nama Fajrin yang pertama disebut sebagai Best Speaker Putri. Sungguh tidak
saya sangka, Fajrin yang pertama kali debat di panggung nasional langsung menang.
You know what, keunggulan Fajrin adalah dalam hal Quran, ia cukup cepat
mencari ayat-ayat terkait dan cara penyampaian argumen juga sangat audible
dan pelafalan bahasa arab yang sangat fasih.
In brief, we
finally did it. Dari cerita
yang panjang ini, sudah bisa terlihat betapa kerja keras kami akhirnya terbayar
lunas yang membuat kami dan support system kami puas. Pokoknya kami
sangat bersyukur!
TIPS:
- Untuk persiapan lomba debat Inggris MTQMN ini, perkaya referensi dari Quran, hadis, ushul fiqh, dan sebagainya. Jangan pernah menggunakan terjemahannya karena tidak akan make sense. Why? Karena dewan juri terdiri dari berbagai latar belakang, beberapa ahli bahasa Inggris dan debat, beberapa ahli Quran dan hadis, dan beberapa ahli public speaking.
- Jangan pernah remehkan case plan. Buatlah case plan sedetail mungkin, karena dari case plan terssebut sangat bermanfaat hingga final, bahkan ketika kita tidak tahu dalil apa yang cocok, kita bisa contextualize koleksi dalil dari mosi prelim. So, siapkan case plan prelim sesempurna mungkin.
- Siapkan dan hafalkan surat al Quran atau dalil lain yang powerful yang bisa dipakai di berbagai konteks. Ini sangat penting ketika kita mendapat impromptu motions.
- Perhatikan manner, jangan overreacted, selalu bersikap sopan. Jangan lupa untuk memberi kesempatan POI dari tim lawan, itu sangat penting.
- Saat membaca ayat Quran, pastikan benar dan jelas, jangan sampai salah membaca.
- Bacalah salam atau pembuka yang baik untuk menyapa audience.
- Berdoa, tirakat akan sangat berguna.
- Minta dukungan dari orang-orang sekitar. Energi positif akan membuat kita semakin optimis.
- Good luck!
Itulah tadi Perjalanan
Memenangkan Debat Bahasa Inggris MTQMN ke 15 tahun 2017. Semoga tulisan yang
jauh dari kata sempurna ini dapat membawa manfaat.
Jangan lupa klik Follow
dan subsribe blog ini ya! Sampai jumpa di blog selanjutnya. Thank you!





