Setelah mengulas serba-serbi tentang LPDP dari pengalaman pribadi mengikuti seleksi mulai September hingga Desember 2019, sekarang saatnya berbagi tips seleksi Beasiswa LPDP.
Tapi perlu diingat, tips ini benar-benar subjektif dari pengalaman pribadi ya, jadi mungkin akan sangat cocok bagi beberapa orang atau mungkin tidak sesuai. So, tulisan ini hanyalah sekedar berbagi dan semoga bermanfaat.
Anyway, apa saja tips seleksi Beasiswa LPDP ini? Yuk simak pengalaman saya mempersiapkannya:
1. Niat & kenali diri sebaik-baiknya
Inilah tips seleksi Beasiswa LPDP pertama. Mungkin kalimat yang sering disampaikan di berbagai blog maupun tips untuk menghadapi semua beasiswa, kompetisi, atau kegiatan apapun yang membutuhkan perjuangan besar. Niat sudah pasti harus ada sebagai bahan bakar kita untuk tetap semangat menghadapi rangkaian seleksi LPDP yang bisa dibilang sangat panjang, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara maupun kegiatan yang wajib dilakukan setelah pengumuman yang meliputi Persiapan Keberangkatan (PK) dan Pengayaan Bahasa bagi pendaftar jalur Afirmasi. Buatlah akun LPDP dari sekarang, karena pengalaman saya dulu telah membuat akun LPDP ketika setelah sidang skripsi.
Lalu kenapa harus mengenali diri sebaik-baiknya? Karena yang akan kita gapai berhubungan dengan kualitas diri dan strategi mempromosikan diri agar bisa dipercaya memperoleh kesempatan emas bergabung menjadi bagian dari LPDP. So, kenali diri sebaik-baiknya termasuk keunggulan, kelemahan, ketakutan terbesar, kegagalan, pengalaman hidup, riwayat aktivitas sosial dan seterusnya. Dengan demikian, akan semakin mudah kita menyampaikan siapa kita yang sebenarnya dan mengapa kita layak dibiayai untuk studi lanjut. Satu lagi, pesaing kita untuk beasiswa ini adalah diri kita sendiri, karena setiap dari kita pasti memiliki keunggulan maupun kelemahan yang tak bisa dibandingkan dengan orang lain. So, be the truest version of yourself!
2. Cari informasi sebanyak-banyaknya
Tips seleksi Beasiswa LPDP selanjutnya yaitu cari informasi. Caranya? Gampang banget! Luangkan waktu untuk baca setiap informasi tentang LPDP melalui sosial media, senior awardee, blog, Youtube, dan masih banyak lagi. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya agar tahu apakah LPDP memang cocok dengan kita atau tidak. Saya pun melakukan hal yang sama sejak masih aktif di bangku kuliah.
Selain melalui sosial media, cobalah ikut scholarship seminar, talkshow beasiswa atau apapun itu yang sejenisnya agar bisa mendengar secara langsung dan lengkap pengalaman pembicara di acara tersebut.
Satu lagi, jika kita sudah memutuskan untuk mengincar kampus tertentu, cobalah cari mahasiswa Indonesia yang sedang atau telah kuliah di sana untuk bertanya segala hal. Dulu, saya aktif bertanya melalui instagram maupun Whatsapp dengan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Edinburgh University, begitupun dengan UCL yang akhirnya saya bisa bertanya langsung dengan mbak Sarah dan mbak Devi. How did I know? Instagram jawabannya. Manfaatkan waktu berselancar di Instagram untuk cari tahu profil orang yang sedang kuliah di luar negeri, Insha Allah mereka baik dan senang dong kalau bisa bantu kita.
Oiya, perlu diingat bahwa kita harus tetap menjaga sopan santun dan tau waktu saat berkomunikasi dengan mereka yang belum pernah kita temui secara tatap muka ya. Dulu ada cerita dari mbak Devi juga ada salah satu calon pendaftar LPDP yang tanya beberapa hal, nah karena balasan dari mbak Devi agak lama karena sibuk dan perbedaan jam antara Indonesia dan London, si penanya ini lalu marah-marah dan melontarkan kata-kata yang menyinggung. Tentu saja, jika ini terjadi maka takkan ada yang segan berbagi info ke kita bukan? So, sabar juga perlu sebagai salah satu tips seleksi Beasiswa LPDP.
3. Siapkan Persyaratan Sedini Mungkin
Jika saya ditanya teman maupun adik tingkat yang berniat daftar LPDP, saya selalu bilang “Siapkan dulu aja dokumen bahasa seperti TOEFL/IELTS”. Yup, hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Setelah aktif kepoin jadwal LPDP, pastinya akan muncul gambaran kira-kira bulan apa saja seleksi LPDP diadakan. Berikut contoh jadwalnya yang saya unduh dari Instagram LPDP:
Setelah tau kapan jadwalnya, nah saatnya mempersiapkan tes bahasa, karena sertifikat bahasa ini wajib untuk semua jalur. Jika sudah punya tes bahasa, selanjutnya siapkan uang lagi untuk persiapan tes kesehatan yang meliputi surat keterangan sehat dan keterangan bebas narkoba, serta ditambah surat keterangan bebas TBC (khusus luar negeri).
Saya pun jauh-jauh hari sudah menganggarkan semua kebutuhan tersebut diantaranya belajar IELTS secara mandiri sejak Juni hingga Agustus 2019, melakukan tes IELTS pada bulan Agustus, akhir Agustus tes kesehatan dan kawan-kawannya, dan saya submit pendaftaran pada awal September. Saat itu deadline pendaftaran yaitu tanggal 10 September dan saya sudah submit pendaftaran sekitar tanggal 1 jadi saya tak terlalu terburu-buru. Ada juga beberapa teman yang klik submit di detik-detik terakhir pendaftaran.
Namun saya sarankan, sebaiknya kita submit pendaftaran beberapa hari sebelum deadline agar tidak terburu-buru dan bisa check & recheck semua dokumen maupun informasi yang telah kita isikan di aplikasi pendaftaran.
4. Rencanakan research plan yang Menarik
Cobalah mulai cari referensi pembuatan research plan, study plan, atau mungkin syarat lain yang dibutuhkan sebagai tips seleksi Beasiswa LPDP. Tahun 2018, LPDP masih mensyaratkan rencana studi dan esai kontribusi untuk dikumpulkan. Namun di tahun 2019, ketentuannya sudah beda lagi yaitu dengan adanya syarat membuat proposal studi dan rencana studi, untuk esai kontribusi telah dihapus. Kalau bisa buatlah research plan maupun study proposal se feasible mungkin lakukan riset maupun proofread ke beberapa orang sebelum disubmit.
Jangan seperti saya, proposal studi masih sangat mentah karena memang tidak terlalu diperhatikan, padahal ada banyak poin penting yang bisa saya jadikan modal untuk memukau pewawancara tapi tidak tertulis di proposal tersebut. Alhasil, karena baru kepikiran “ooh gini aja lebih jos nih daripada yang saya tulis,” akhirnya saya pun berdo’a semoga tidak ditanyai tentang proposal studi kok isinya A-C saja sedangkan yang saya sampaikan adalah A-H misalnya (lebih lengkap). Dan Alhamdulillah pewawancara fokus ke apa yang saya sampaikan dan tidak ditanyai tentang hal itu. Inilah pelajarannya, buatlah research plan se matang mungkin agar kita tetap konsisten.
5. Gabung grup Pemburu Beasiswa di Telegram & Discord
Saya pertama kali pakai Telegram karena LPDP. Sebelumnya tidak pernah sama sekali minat atau butuh untuk install aplikasi ini. Tapi percayalah, jika kalian ingin berburu info lengkap LPDP, segera install Telegram sekarang juga. Ada banyak grup daerah, grup provinsi, grup tujuan kampus yang sama, bahkan grup nasional yang isinya para pejuang LPDP.
Di grup tersebut kita bisa bertanya dan membaca semua info penting sepuasnya, bahkan setiap hari ada hal yang dibahas. Ada juga grup substansi untuk pembahasan soal, ada grup persiapan wawancara, bahkan grup pembahasan pasca pengumuman.
6.Temukan Partner Latihan
Selain bergabung di group beasiswa, cobalah untuk berkenalan dengan beberapa teman secara personal. Tentunya temukan beberapa orang yang memang punya semangat yang sama untuk berlatih. Jangan malu untuk mengajak kenalan dan latihan bareng walaupun mereka dari luar kota, luruskan niatnya untuk sama-sama belajar dan berbagi ilmu, baik bertatap muka maupun via chat maupun telepon.
Yang saya lakukan selama persiapan ini yaitu dengan japri ke beberapa orang yang menurut saya “cocok” untuk diajak berteman bahkan cukup akrab, diantaranya mbak Dini dari Padang, bu Imel dari Medan, Alimah dari Jakarta, dan mas Abdul dari Jakarta juga. Kami sering melakukan chat untuk bertukar informasi dan latihan wawancara melalui voice call secara bergantian. Kita hanya perlu menyesuaikan jadwal masing-masing untuk penyesuaian waktu. Apakah efektif? Tentu saja iya, jika kita bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Walaupun belum pernah bertatap muka, namun kita bisa dengar cerita, pengalaman, dan profil orang lain yang bisa menjadi inspirasi untuk kita dalam menjawab pertanyaan wawancara LPDP.
Yang tak kalah penting yaitu melakukan meet up dengan sesama peserta secara langsung. Cobalah untuk menemukan partner dengan orang-orang di wilayah yang sama agar kita bisa latihan wawancara secara langsung. Ini langkah yang sangat penting untuk dilakukan, agar kita bisa mendapat constructive feedback dari orang lain secara lebih detail dan mendalam, apalagi jika menghadirkan awardee untuk membantu pasti akan sangat membantu progres kita. Pengalaman saya dulu membuat grup wilayah Waru Sidoarjo dan kami latihan di hari Sabtu & Minggu selama tiga kali. Banyak juga teman yang baru bergabung dan merasakan simulasi wawancara ini. Tentu saja kita saling bergantian menjadi pewawancara dan yang diwawancarai, sehingga banyak hal yang bisa dipelajari dari latihan ini.
7. Harus Sabar
Selain beberapa tips seleksi Beasiswa LPDP di atas, hal penting lainnya yaitu kesabaran. Why so? Karena di LPDP proses seleksinya memakan waktu hingga berbulan-bulan. Jadi kita harus sabar menanti pengumuman, sabar berlatih untuk semua jenis tes, sabar menunggu jadwal tes, sabar menunggu pengumuman final, dan seterusnya.
Masalah setiap orang dalam hal ini pasti berbeda-beda, yang penting harus sabar ya! Saya masih ingat di tahun 2018 lalu sebelum wawancara, ternyata surat keterangan bebas TBC milik saya tertinggal di kontrakan teman dan hilang, dan harus bolak balik Surabaya-Malang untuk proses pengajuan surat kehilangan, dan masih banyak kendala lain. So, tetap sabar apapun itu yang dirasakan selama proses berjuang di LPDP ini ya hehe.
8. Bawa bekal dokumen untuk presentasi ketika wawancara
Semua sertifikat, piagam, karya tulis ilmiah, publikasi, maupun prestasi lainnya perlu untuk dibawa ketika wawancara. Bahkan, jika kita tidak ada prestasi bersertifikat sekalipun, kita juga bisa membawa foto-foto kegiatan yang ingin ditunjukan ke pewawancara. Jika mengerjakan sebuah projek sosial atau membuat karya apapun itu namun tidak memungkinkan untuk dibawa karena ukuran, cobalah tunjukkan blueprint maupun foto kegiatan.
Salah satu hal yang sangat saya syukuri yaitu saya membawa semua sertifikat dan dokumen lain yang saya miliki, dan satu booklet project pembuatan aplikasi yang saya kerjakan bersama tim di kantor. Alhamdulillah diberi kesempatan oleh pewawancara untuk menunjukkan dan menjelaskan, walau sertifikat lain tak dilihat. Sesuai target saya, pewawancara menyimak penjelasan saya setelah saya meminta izin untuk mengeluarkan dokumen ini dari map dan cukup membuat para pewawancara yakin setelah mendengar penjelasan saya.
Dalam hal ini, persiapkan senjata semaksimal mungkin yaitu berbentuk dokumen. Misalnya jika dapat pertanyaan “Bagaimana kamu yakin bisa jadi dosen setelah lulus?” Nah, yang sebaiknya kita tunjukkan adalah surat rekomendasi dari kampus untuk menjadi dosen di sana, pasti lebih meyakinkan. Atau jika rencana menjadi analis lingkungan, pastikan kita sudah punya “lapak” dimana kita akan mengabdikan diri dengan ilmu yang kita dapat dari kuliah setelah lulus nanti, misalnya dengan menyampaikan bahwa kita sudah dikontrak dan tergabung di komunitas blablabla. Intinya, siapkan diri sesiap-siapnya dengan rencana pasca kuliah dengan real dan jangan berkampanye tanpa jelas step by step mau melakukan apa setelah lulus.
9. Doa & restu keluarga maupun kawan
Nah, yang terakhir ini jangan sampai lupa ya. It works on me, and it might also work on you too. Restu dan doa keluarga sangat penting untuk memberikan sensasi “plong” saat menghadapi wawancara. Doa para sahabat dan orang yang dikenal pun juga bisa jadi dikabulkan oleh Tuhan, karena kita tak pernah tau dari doa siapa kita akan berhasil sesuai yang diharapkan. Ini juga yang saya pernah lihat dari salah satu vlog awardee yang merasa dirinya serba kurang, banyak salah saat wawancara dan sudah minder duluan. Tapi dengan spiritual approach, ia pun mampu melampauinya.
So, jika kita sudah bisa mengukur kemampuan yang kita miliki, pastinya tau apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri.
Sudah cukup banyak hal menarik yang perlu saya sampaikan sebagai tips mempersiapkan seleksi LPDP terutama wawancara. Jika ada pertanyaan, bisa ditulis di kolom komentar atau sampaikan di direct message Instagram. Selamat berjuang di LPDP, semoga lolos!
Sampai jumpa di post selanjutnya ~~
