Halo teman-teman blogger. Kali ini Dony akan
berbagi hal baru lagi nih… sekarang Dony ingin berbagi tips membuat judul
yang baik.
Beberapa orang berpendapat bahwa membuat judul
untuk sebuah karangan fiksi itu sulitnya bukan main, tetapi ada juga beberapa
orang yang berpikir sebaliknya. Judul suatu karangan, sederhananya memiliki
fungsi untuk merepresentasikan garis besar cerita, apa yang membedakannya
dengan karangan yang lain. Judul karangan adalah taruhan bagi seorang
pengarang. Judul karangannya yang menarik dan eye-catching namun tetap tidak
norak, akan membuat pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan cerita. Namun
demikian, judul tidak melulu tentang bagaimana cara membuat pembaca tertarik
untuk membaca cerita Anda. Judul harus benar-benar dapat memberi batasan
kondisi here and now cerita Anda pada pembaca.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa judul juga
berfungsi untuk menyetel mental set pembaca agar lebih siap dalam menikmati karangan Anda. Beberapa judul
telah secara tidak langsung memberi tahu pembaca seperti apa karangan yang akan
mereka baca, contohnya: Misteri Pembunuhan Si Pendekar Kampus, Bangkit dari
Kubur, Cintapuccino, dll.
Namun perlu diingat bahwa judul yang berlebihan
malah akan dapat menjadi bumerang bagi Anda. Judul yang too good too be true
bisa jadi membuat pembaca khawatir bahwa isi cerita di dalamnya tidak sedahsyat
aumannya. Karena itu sebagai penulis, kita harus berhati-hati dalam menggarap
judul. Judul yang kurang baik dapat membuat pembaca meninggalkan karangan kita
sebelum sempat membaca paragraph pertama. Bagi penulis, itu adalah mimpi buruk.
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan dalam membuat
judul sebuah karangan:
1.
Cara
termudah untuk membuat judul adalah, percaya atau tidak, dengan menampilkan
setting di mana atau kapan cerita itu terjadi. Karena itu banyak dijumpai
karangan berjudul, Di Lereng Bukit.., Di Pantai .., Kisah Sedih di Malam
Minggu, dll. Saya memandang cara itu sebagai cara yang paling kurang kreatif
dalam membuat judul. Cara itu satu tingkat lebih tinggi dari kondisi putus asa
dan khawatir jika tidak dapat membuat judul yang baik. Saya hanya akan
melakukan cara itu jika benar-benar sudah mengalami kebuntuan, dan agaknya
semua cara yang saya lakukan untuk membuat judul yang lebih baik, gagal. Cara
itu bisa berhasil baik untuk pembaca yang kebetulan punya ikatan dengan tempat
atau waktu seperti yang ditampilkan di cerita itu. Namun tetap dilihat dari
sisi teknik penyusunannya, saya tidak merekomendasikan cara itu. Terkadang
beberapa penulis cerdik memanfaatkan tehnik ini dan dapat berhasil. Caranya
adalah mengaitkan judul dengan setting yang memiliki nilai emosional
tersendiri, contoh: peristiwa gempa bumi di Yogya, tsunami di Aceh, penaklukan
puncak himalaya, dll. Saran saya adalah, jika Anda memang ditempatkan pada
kondisi yang mengharuskan Anda menggunakan metode ini, pilihlah secara cermat
setting yang ingin Anda tampilkan sebagai judul. Jangan sampai pembaca merasa
bahwa setting di judul ini hanya sekedar tempelan, dan tak punya nilai
urgensitas.
2.
Cara terburuk
lainnya untuk membuat judul adalah dengan menggambarkan dengan jelas sekali
cerita Anda kepada pembaca, sehingga tanpa membaca cerita Anda pun, pembaca
sudah bisa menebak akan ke mana cerita ini berakhir. Judul-judul senada :
Tragedi...., Karma, Suatu Hari yang Sedih di., Kemalangan...., sebaiknya tidak
perlu sering-sering dipakai. Namun demikian saya tidak memungkiri ada beberapa
penulis yang punya nyali untuk membuat judul Pembunuhan...... dan karangannya
itu meledak di pasaran. Pada paragraf pertama, pembaca sudah disodori akhir
cerita itu, yaitu meninggalnya Mr......
Namun demikian uniknya cerita itu mampu
menggiring pembaca untuk sedikit demi sedikit membuka rahasia di balik kematian
si tokoh di cerita itu. Cara itu adalah metode yang jenius, namun demikian
tidak semua orang bisa melakukannya. Jika Anda tidak cukup percaya diri untuk
melakukannya, cobalah cara yang biasa saja.
3.
Banyak
penulis yang berkonsentrasi pada rima judul yang mereka buat. Itu adalah suatu
pertimbangan yang bagus, karena perpaduan bunyi yang bagus biasanya dapat
menggelitik pembaca. Pembaca akan berpikir bahwa penulis yang menciptakannya
pastilah seorang yang kreatif. Ini sudah cukup dijadikan jaminan bahwa cerita
yang dihasilkannya pun tentu bagus.
4.
Kita
harus menyadari bahwa kadang kalimat yang pendek lebih efektif dan memiliki
kesan lebih kuat daripada kalimat panjang yang bertele-tele. Coba saja, adakah
kata makian yang terdiri dari kalimat yang panjang? Biasanya mereka malah
terdiri dari dua suku kata saja. Namun demikian, jika Anda terpaksa harus
membuat judul yang panjang, yakinkan bahwa Anda telah mencoba membacanya dengan
keras dan juga menunjukkannya pada teman Anda, bahwa judul Anda tidak akan
dipersepsikan lain. Panjangnya judul ini bisa disiasati dengan mensinkronkan
bunyinya. Contohnya adalah salah satu karangan yang berjudul : Kutunggu
Datangmu Hanya Untukku
5.
Salah
satu cara kreatif dalam membuat judul adalah memunculkan suatu kontradiksi. Ini
dilakukan dengan cara memuat dua atau lebih unsur yang bertolak belakang, misalnya
You Love Me, You Love Me Not. Dengan cara ini pembaca biasanya akan menjadi
penasaran dan selanjutnya membaca karangan Anda untuk menemukan hubungan
tersebut.