Dimalam hari saat
hujan deras, langit tiba-tiba menyala. Tak lama kemudian, disusul oleh suara
menggelegar. Itulah sambaran petir. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik
pada dua titik terpisah di atmosfer (dalam satu awan atau antara awan dan
permukaan tanah) mencapai tingkat tinggi.
Kilat petir
terjadi dalam setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama, muatan negatif
(-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang terang.
Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat dilihat menyebar keluar dari jalur
kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah
muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya, dan arus kilat
kedua yang bermuatan positif (+) terbentuk dari dalam jalur kilat utama
tersebut langsung menuju awan.
Dua kilat tersebut
biasanya beradu sekitar 50 meter diatas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk
di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya
sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat
utama itu menuju awan.
Energi yang
dilepaskan oleh sambaran petir ini lebih besar daripada yang dihasilkan oleh
seluruh pusat pembangkit listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir
terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Sehingga panas yang luar biasa
ini dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di
muka bumi. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10
juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Allah mengarahkan perhatian pada
kilauan luar biasa dari petir ini dalam Al-Qur’an, “…kilauan
kilat awan itu hamper-hampir menghilangkan penglihatan. “ (QS. An Nuur:43)
Kilatan yang
terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Suara
guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di
sekitar jalur petir. Akibatnya udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi
kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal
dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara
atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya Guntur dan
petir yang saling menyusul.
Saat kita
merenungi semua ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah
sesuatu yang sangat menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam
itu muncul hanya dari partikel bermuatan positif dan negatif yang tidak
terlihat oleh mata telanjang, dan lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul
nitrogen, yang snagat penting untuk kehidupan, muncul dari kekuatan ini
membuktikan petir diciptakan dengan kearifan khusus dan memiliki kekuatan
tersembunyi.
Allah secara
khusus menarik perhatian kita pada petir ini didalam Al-Qur’an. Arti surat Ar
Ra’d, salah satu surat Al-Qur’an adalah “Guruh”. Dalam ayat-ayat tentang petir,
Allah berfirman bahwa Allah menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa
takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir
menyambar bertasbih memuji-Nya. Allah telah menciptakan tanda-tanda bagi kita
salah satunya adalah Petir. Kita wajib berfikir dan bersyukur bahwa guruh, yang
mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang dan yang menimbulkan perasaan
takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya
rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim oleh-Nya untuk
tujuan tertentu sebagaimana dikehendaki.
Semoga dengan
artikel sederhana ini, kita akan mendapat pengetahuan mengenai kekuasaan Allah
salah satunya adalah petir yang memiliki sebuah unsur-unsur yang terkandung
didalamnya. Dan semakin meningkatkan iman kita pada Allah SWT.